UNIVERSITAS HASANUDDIN

  • id
  • en

PROGRAM MAGISTER GEOFISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

Category Archives: Mahasiswa

Iksan Milham (H22116001)

 

Kali ini, kami dari Geofisika Unhas mengadakan sebuah perjalanan ke Mallawa di kabupaten Maros tepat pada tanggal 17 Maret 2018. Kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran di luar kelas dari mata kuliah Statigrafi dan Tektonik Indonesia. Sebelum berangkat ke lokasi pengambilan data, kami dihimbau untuk kumpul di kampus tepatnya di gedung TNR (Teknik Non Reguler) sebelum jam 07:00 pagi serta tidak lupa untuk menyiapakan beberapa perlengkapan lapangan dan alat tulis menulis guna mempermudah untuk mengambil data nantinya. Selang beberapa menit sekitar setengah jam, Dalmas yang merupakan kendaraan untuk menuju ke lokasi sudah tiba di titik kumpul. Segara kami mengangkat semua alat-alat yang akan digunakan di lapangan ke atas kendaraan. Sebelum berangkat, kami membaca doa bersama untuk keselamatan disepanjang perjalanan nantinya.

Sekitar pukul 10:30 kami tiba di lokasi lapangan, tepatnya di Desa Barugae. Kami kemudian berjalan dengan beberapa alat di tangan kami untuk mengambil data. Sekitar lima belas menit kemudian, kami dikumpulkan kembali untuk penyampaian beberapa hal mengenai apa saja yang akan dan perlu dilakukan pada saat mengambil data. Setelah itu kami kemudian dibagi menjadi beberapa team untuk mengambil data tertentu sesuai dengan yang sudah dibagikan sebelumnya.

Gambar 1. Pembekalan materi pengambilan data lapangan

Di sini, ada dua pos yang akan digunakan dalam mengambil data. Untuk pos pertama, kami akan mengambil data berupa ketebalam setiap perlapisan, strike dan dip, kenampakan bentuk lapangan dan tentunya adalah pengambilan sampel untuk mengetauhui batuan yang ada di pos ini.

Beberapa menit setelah sampai di pos pertama, sekitar empat orang naik ke puncak tebing untuk melakukan pengukuran dari atas ke bawah tebing. Pada lokasi pertama, ada sekitar empat lapisan yang diketahui dan diambil ukuran ketebalannya menggunkan meteran roll. Di pos ini juga ada perbendaan ketinggian perlapisan jika ditotal dari ketebalan setiap lapisannya. Di titik pertama kami mendapatkan ketinggian sekitar 840 cm, titik kedua sekitar 820 cm, dan titik ketida sekiatr 810 cm. Ada juga untuk titik pengambilan data yang telah terkena longsor sehingga dalam mengambil data kurang akurat.

Gambar 2. Pengambilan data untuk setiap ketebalan lapisan

Setelah mengambil data untuk ketinggian setiap perlapisan, kami kemudian mendengar beberapa arahan dari asisten dan dosen untuk mengambil data selanjutnya dan beberapa pelajaran mengenai cara mengenali batuan dari bantuk dan warana dari batuan yang diteliti. Beberapa kemudain, kami kembali mengambil data beruka strike dan dip pada pos pertama. Dari data yang didapatkan untuk strike dan dip terdapat lagi beberapa nilai yang berbeda. Di sini kami mengambil data dari tiga titik berbeda. Untuk titik pertama kami dapatkan 04o-50-39,3 S dan 119o-53-03,6 E. untuk titik kedua kami dapatkan 04o-50-39,9 S dan 119o-53-03,3 E. Kemudian pada titik ketiga kami dapatkan 04o-50-38,6 S dan 119o-53-03,3 E. dari data ini jelas bahwa ternyata dalam mengambil data seperti strike dan dip ini sangat dipengeruhi oleh posisi dan ketelitian dalam mengambil data. Akan lebih bagus mengambil data pada posisi kelurusan tebing ataupun batuan yang bagus dalam melakukan pengambilan data.

Gambar 3. Pengambilan data strike dan dip

Selanjutnya, setelah mengambil dua data tadi, kami menggambar kenampakan pada lokasi pertama tempat pengambilan data. Ini berguna untuk mengetahui posisi dan struktur perlapisan batuan. Kemudian mengambil sampel batuan untuk diteliti lebih lanjut lagi guna mengetahui batuan apa saja yang ada pada pos pertama ini. Beberapa menit kemudian kami berpindah ke lokasi selanjutnta, yaitu pos terakhir. Kali ini kami hanya diberikan waktu 2 jam lamanya untuk mengambil data. Hari itu juga cuaca sedikit mendung dan akan turun hujan jika kami melihat kondisi cuaca saat itu. Hal ini juga perlu diperhatikan, sebab dalam mengambil data lapangan yang paling penting adalah keselamatan kerja.

Ketika kami sampai pos selanjutnya, segera kami bergegas untuk mengambil data. Kali ini, dalam mengambil data lapangan sama saja dari pos sebelumnya. Cuman dari struktur lapisan dan ketinggian tempat pengambilan data saja yang membedakan. Serta kami hanya mengambil 2 titik saja dalam pengukuran. Untuk titik pertama, kami mendapatkan total ketebalan dari setiap lapisan dari bawah ke atas sekitar 14,40 m dan pada titik kedua sekitar 16 m dari empat lapisan. kemudian untuk pada pengukuran selanjutnya adalah mengambil data strike dan dip. Untuk titik pertama kami dapatkan sudur elevasi 04o-80o-49,40o S dan 119o-88-77,04 E. kemudian untuk tempat kedua kami dapatkan 04o-84-50,12 S dan 116o-88-46,59 E.

Gambar 4. Pengambilan data ketebalan perlapisan dan straight dan deep

Sekitar pukul 14:00 kami telah menyelesaikan pengambilan data dan hujanpun mengguyur lokasi titik kumpul. Tidak lami kami menunggu, hujan yang mengguyur tadi telah berhenti dan segera kami bergegas untuk kembali ke kampus. Semua barang-barang yang digunakan dalam mengambil data sudah dinaikkan ked almas guna mengefisieankan waktu yang digunakan sebelum pulang. Tidak lupa semua sampah yang dikeluarkan kami kembali mengambilnya sebab itu merupakan tanggung jawab kami untuk tidak mengotori lokasi pengambilan data. Pada pukul 14:30 kami melanjutkan perjalan ke kampus kembali dan sekitar 3 jam diperjalanan kami tiba di lokasi awal kumpul.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Article by : Andi Fitra Faradhiba (H221 16 310)

On December 9th 20117, SPE Unhas Student Chapter hold the last series of event called “Ambassador Lecture Program (ALP) 2017”. As we known that ALP was a series program that hold every year. On this third ALP 2017 series, with theme “Operation Geologist on Duty”, we are invited Mr. Joe Anderson Siadary as Senior Operation Geologist at Total E&P Indonesia. This series is talked about what the geologist do. Mr. Joe Anderson Siadary also talked about his experience from college until working in Total E&P Indonesie. The participants in this event from variety major where connected with the theme, like mining, geology and geophysics. Our event also followed by SPE STT Migas Student Chapter which have been watched the event via skype.

The main event was opened by Asriani as MC, Andi Fitra Faradhiba as Project Manager who gave some speech about this event to our participant and also gave thanked to Mr. Joe Anderson Siadary. While Mr. Sabrianto Aswad as Faculty Advisor of SPE Unhas SC gave his speech and at once opened the event, 3rd ALP series 2017 with theme “Operation geologist on Duty”, with officially.

The next session were the lecture as the main session. The lecture had been leads by Muh. Sarwan Hamid as a moderator. Mr. Joe Anderson Siadary explained his lecture about the kind of well, rig, drilling, and other thing related to geology and petrophysics. The speaker not only explain the geology itself, he also describes his experince working as a geologist. He said that working in oil and gas company had a diverse background which is geology, geophysics, mining, engineering, envirotment engineering, chemical engineering, etc. In addition, he also explained some of the skill that we are needed to become one of the employee in oil and gas company. One of them are communication skill, english skill, and also a high curiosity about something. “Expand your network. Don’t just hang out in the one university but also with other universities” he added.

After moderator closed the main session, the event was taken by MC, Asriani and followed by giving momento as symbol to closed the session for this 3rd ALP Seris 2017. We also take a picture with our participant and speaker.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

written by: Andi Fitra Faradhiba (H22116310)

On November 26th 2017, SPE Unhas Student Chapter held the second series of Ambassador Lecture Program (ALP) 2017. As we knew, ALP is an annual event from SPE Balikpapan Section that present professional from several oil and gas company to share their knowledge and experiences during working in oil and gas industry.

In this second series of ALP 2017, the theme that appointed is “Offshore Oil and Gas Safety”, with Mr. Syamsul Arifin as the speaker. He is HSE Professional at Chevron Indonesia Company. The total of participant in this event were about 78 participants which came from any major where connected with theme, such as ocean engineering, environment engineering, geophysics, etc. The material is talked about offshore oil and gas safety. Not only about that, our speaker, Mr. Syamsul Arifin also talked about his experience as long as he working at Chevron Indonesia Company.

The main event was opened by Deviana Frindy T as MC. Asriani as Project Manager at this event also gave some speech about this event to the participant. In the meantime, Andi Armansyah as Vice President of SPE Unhas Student Chapter in his speech giving supported, thanked and asked to all of participant to keep followed the event until end and at once opened the event officially.

The next session of the lecture was the main session. The lecture leaded by Sufridah Hardianti as moderator and Mr. Syamsul Arifin as speaker. The speaker explained his material very well and our participant absolutely enjoyed it. We was able to saw the enthusiastic of participant who come one hour earlier than schedule and also was active to gave their question about material and speaker experienced.

For giving appreciation to the questioner, the committee gave them a goody bag as souvenirs. Our event also followed by SPE STT Migas Student Chapter which watched the event via Line Live. After moderator closed the main session, the event was taken back by MC and followed by giving momento as symbolize to closing the session for this 2nd ALP Series 2017.

Biggest thanks for all stakeholder that bring up this event running smoothly without any big trouble. Also thanks for the speaker who willing spending his Sunday with us. And for the participant, thanks for coming, hope you all enjoying our event and stay tune with us for the last of ALP Series 2017 that will be held on 9th December 2017.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Sebanyak 32 orang mahasiswa geofisika dikukuhkan sebagai alumni geofisika pada agenda yudisium tanggal 12 Desember 2017 di ruang seminar geofisika Gedung TNR lantai 2. Hadir pada kesempatan ini dosen dosen geofisika beserta para calon wisudawan geofisika. Menurut salah seorang dosen Prodi Geofisika, Syamsuddin, S.Si., MT., ini lah wisudawan terbanyak dari Prodi Geofisika selama ini.

 

Acara ini dimulai dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Bahrul Ulum. Selanjutnya merupakan agenda presentasi skripsi oleh Rusnianti Nur dgn judul Verifikasi Model Prediksi Titik Panas (Hotspot) di Kalimantan. Rusnianti Nur adalah salah seorang calon wisudawan yang berpredikat wisudawan terbaik Fakultas MIPA dengan catatan waktu studi 3 tahun 2 bulan saja. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Prof. Dr. H. Halmar Halide, M.Sc. Beliau menyampaikan harapannya agar kiranya para alumni, khususnya dengan predikat Cum Laude, memiliki hal yang menjadi perbedaan dengan alumni lainnya. Kemudian, sambutan dan pemberian salinan akreditasi Prodi Geofisika oleh Ketua Prodi Geofisika, Dr. H. Muh. Altin Massinai, MT.Surv., yang dalam sambutannya menyampaikan rasa bangganya kepada para mahasiswa yang sebentar lagi akan menghadapi kehidupan mengabdi di masyarakat luas. Tak lupa pula disampaikan bahwa Prodi Geofisika senantiasa menanti kehadiran para alumni kelak untuk berbagi ilmu, pengalaman dan wawasan para juniornya. Prosesi ini kemudian dilanjutkan dengan santap siang bersama. Wisuda Periode II Tahun Ajaran 2017/ 2018 dilaksanakan pada tanggal 19 Desember 2017 untuk program sarjana dan keesokan harinya untuk program pascasarjana.

Berikut nama calon wisudawan Prodi Geofisika pada Wisuda Periode II Tahun Ajaran 2017/ 2018 tanggal 19 Desember 2017:

1. Muhammad Arif (2012)
2. Asraf (2012)
3. Muhammad Faizal Addi (2012)
4. Andi Ical (2012)
5. Andi Zulkifli (2012)
6. Rahmat Riyadi (2012)
7. Fauziah Nuraini (2012)
8. Atika Kurniati (2012)
9. Reski Kurniawan (2013)
10. Wa Ode Siti Nur Rahmadaningsih (2013)
11. Rahmi Rizqi Amalia (2013)
12. Raodah (2013)
13. Nurul Ajriah Kadir (2013)
14. Eunike Else Toban (2013)
15. Ikawati Basri (2013)
16. Nurwahidah (2013)
17. Nur Asriyanti Bagenda (2013)
18. Nurlindah Malik (2013)
19. Jenifer Claudiya Patti (2013)
20. Hena Suri Intan Pertiwi (2013)
21. Zuhaa Fachrani (2013)
22. Asnur Azis (2013)
23. Wahyudin Mangemba (2013)
24. Muh. Rizal Basri (2013)
25. Sudarmadi (2013)
26. Bahrul Ulum (2013)
27. Rosdiana (2014)
28. Rusnianti Nur (2014)
29. Dewi Putriyani Rachmat (2014)
30. Krisdayanti (2014)
31. Ditha Hardiyanti Kiraman (2014)
32. Heryanto (2011)

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Oleh: Iksan Milham (H22116001)

Pada hari sabtu tanggal 11 November 2017 kami melakukan field trip di beberapa tempat di daerah Gowa. Kami berangkat pukul 07:45 WITA di Kampus Universitas Hasanuddin bagian Gedung TNR. Sebelum berangkat kami mengisi daftar hadir untuk mengetahui semua teman kami yang akan berangkat sudah dipastikan sudah berada di lokasi titik kumpul. Kemudian kami menunggu dalmas dan bus kampus sebagai kendaraan yang membawa kami ke lokasi praktik lapangan. Tidak lama menunggu, kendaraannya pun datang. Di dalam perjalanan kami, sempat ada masalah kecil yang terjadi dimana bus kampus yang dikendarai berhenti dikarenakan mesinnya yang bermasalah jika terlalu panas. Alhasil kami menunggu beberapa menit untuk berangkat kembali. Setelah beberapa menit di dalam perjalanan, tiba-tiba bus yang tadi mogok di awal perjalanan sempat mengalami masalah kembali dimana bus tersebut tidak mampu melaju di area jalan yang sedikit menanjak. Sempat memberikan kehebohan karena bus tadi tiba-tiba mundur, namun hal tersebut tidak berlaku  lama.

Tidak lama kemudian, sekitar pukul 09:50 kami tiba di lokasi pos 1. Awalnya kami tidak tahu bagaimana bisa kami melakukan praktik lapangan di daerah yang sedikit curam. Namun dengan  melihat teman-teman kami yang lain begitu semangat melihat lokasi tersebut jadi team kami juga ikut bersemangat. Di sini kami diberikan arahan dari asisten yang membimbing kami dari awal yang mana diajarkan untuk melakukan pengukuran strike dan dip. Kemudian dikenalkan mengenai alat-alat yang akan digunakan dalam pengukuran strike dan dip dan juga alat untuk mengambil beberapa sampel. Alat yang digunakan adalah palu geologi dan kompas geologi. Kemudian kami dibagi dalam melakukan pengukuran yang menempati 3 titik. Kelompok kami yakni kelompok 3 berada di titik pertama yang mana kami mengukur strike dan dip pada batuan yang sejenis batuan sedimen yang memiliki ukuran tinggi kira-kira 240 cm dan lebar sekitar 180 cm. Selanjutnya, dalam melakukan pengukuran kami diberikan tugas mengambil data secara bergiliran yang bertujuan untuk memahami betul cara menggunakan kompas geologi dalam pengambilan data.

Gambar I Pengarahan dan pengajaran mengenai pengukuran strike dan dip

 

Lokasi pengukuran strike dan dip berada pada koordinat S 05’ 31’218O  dan E 119’ 62’600O . Cara pengukuran batu yang dilakukan pada strike untuk mengukur kelurusan arahnya terhadap arah utara. Dan dip dilakukan untuk mengukur kemiringan arahnya terhadap arah utara. Untuk skala strike kita menggunakan skala luar dan dip menggunakan skala dalam. Kemudian batu yang diukur itu jenis batuan sedimen. Hasil pengukuran yang didapat pada strike berada pada titik koordinat 85o E dan dip berada pada titik koordinat 58o N. kemudian hasil yang didapatkan tadi dikumpulkan sebagai data pengukuran awal
di lapangan.

Gambar II Pengukuran strike dan dip

 

Setelah mengambil data sekitar 30 menit, kami melanjutkan perjalanan ke pos 2 sekitar pukul 10:32 WITA. Kami diarahkan oleh asisten untuk menunggu di dekat bus. Kami menunggu dalmas beberapa menit. Semantara menunggu dalmas, beberapa asisten yang ikut memberikan informasi mengenai pembentukan gunungapi Sapaya dan Bontoloe. Awalnya pada zaman Tersier tepatnya di Sulawesi dikenal dengan Formasi Camba. Kemudian formasi tadi mengalami hasil interpretasi sehingga membentuk gunungapi Sapaya dan Bontoloe. Formasi Camba pada zaman Miosen membentuk tiga fase yakni fase proksimal, fase distal dan fase medial. Setelah mendengarkan beberapa info, dalmas pun datang dan kami pun beranjak menuju lokasi pos 2.

Setelah kurang lebih 45 menit dalam perjalanan, kami pun tiba di lokasi pos 2 pada pukul 11:45 WITA. Lokasi kami tempati dikenal dengan nama Sungai Jennelata. Lokasi ini berada pada titik koordinat S 05’29’414O dan E 119’59’618O. Tak terasa ternyata hari sudah berada pada pertengahan. Kami mengambil makanan yang berada pada dalmas dan membawanya ke lokasi pengambilan data. Kami berjalan sekitar 500m untuk tiba di sungai tempat pengambilan data. Di lokasi kami menerima arahan dari asisten tentang apa yang kami lakukan nantinya. Di pos 2 ini, kami diminta untuk mengambil data dyke, pengukuran strike serta dip dan mengambil sampel yang nantinya digunakan untuk mengetahu struktur mineral yang ada pada sampel.

Setelah menerima arahan, kami beranjak mengambil data seperti yang dilakukan pada lokasi pertama tadi. Hasil yang didapatkan pada batuan dalam pengukuran strike berada pada titik koordinat 3550 E dan hasil yang didapatkan pengukuran dip di batuan berada pada titik koordinat 480. Setelah mendapatkan nilai strike dan dip pada pengukuran tadi, kemudian kami mengambil beberapa sampel batuan yang akan digunakan untuk mengetahui kandungan mineralnya. Sementara itu, kami juga mendengar beberapa informasi mengenai keadaan tanah yang ada pada lokasi pengambilan data. Di sekitar pengambilan data, asisten menjelaskan bahwa di daerah sini terdapat dyke. Dimana dyke ini dikenal dengan keadaan fisik yang keluar memanjang dan lurus yang mana bagian sekitarnya terdapat tanah berwarna merah. Tanah tersebut berwarna merah dikarenakan adanya pembakaran magma di perut bumi akan tetapi dia tidak dapat membentuk batuan sehingga yang muncul disamping tanah tersebut dikenal dengan dyke yang membentang. Struktur warna yang berwarna tadi hanya terdapat disamping dyke saja meskipun dia membentang melewati anak sungai. Dan dalam pengambilan pengukuran strike dan dip untuk mempermudah, dyke dapat menjadi patokan.

Gambar III pengukuran strike dan dip pada dyke dan pengambilan sampel batuan

 

Setelah sedikit lama mengambil data, kami pun diarahkan kumpul kembali dan asisten meminta kami untuk mengambil gambar sebagai dokumentasi pada field trip kali ini. Selanjutnya kami diarahkan untuk makan siang di dekat lokasi pengambilan data. Setelah makan, kami pun beranjak dari lokasi untuk menuju ke masjid untuk menunaikan ibadah sebagai seorang muslim. Sekitar pukul 12:45 kami berangkat dan tiba di masjid sekitar 10 menit berlalu. Kami istirahat sejenak dan Shalat. Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan sekitar pukul 13:20. Kami tiba kembali di lokasi awal berkumpul sekitar 15:25 WITA. Adapun tujuan dari field trip yang dilakukan yakni, mengetahui jenis batuan yang diketahui, mengenal fase bentang alam, mengetahui proses terbentuknya dyke dan fenomena tanah yang berwarna merah yang terdapat di sekitar dyke yang muncul, mengetahui cara penggunaan kompas geologi dalam pengukuran strike dan dip di lapangan.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Ditulis oleh: Sri Wahyuni (H22115017)

 

Guest Lecture

“Akuisisi Seismik dan Desain Parameter Lapangan”

Oleh : Dr. Alpius Dwi Guntara

(Chief of Geophysics Upstream Technology Center PT. Pertamina)

Dalam rangka mewujudkan visi SEG UNHAS SC untuk mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas mahasiswa geofisika Unhas, maka pada Kamis, 2 November 2017 di Science Building Lt. 2 FMIPA Universitas Hasanuddin, SEG UNHAS SC kembali menyelenggarakan Guest Lecture dengan menghadirkan pemateri dari Upstream Technology Center PT. Pertamina, Bapak Dr. Alpius Dwi Guntara dengan membawakan materi “Akuisisi Seismik dan Desain Parameter Lapangan”. Dengan latar belakang pendidikan strata 1 Geofisika & Meteorologi, master Teknik Geofisika ITB, dan gelar doktornya di Teknik Geofisika ITB, beliau telah bekerja di Upstream Technology Center PT. Pertamina mulai tahun 1992 hingga sekarang. Beliau dengan senang hati untuk membagikan sedikit ilmunya kepada delapan puluh mahasiswa(i) Geofisika Universitas Hasanuddin yang memenuhi ruangan Science Building Lt. 2 waktu itu.

Acara dibuka pada pukul 15.00 WITA oleh Bapak Sabrianto, S.Si., MT setelah memberikan sedikit sambutannya. Beliau menyambut baik atas kesediaan Bapak Dr. Alpius untuk memenuhi undangan mengisi seminar yang dilaksanakan oleh SEG Unhas SC. Dalam sambutannya, Bapak Sabrianto menyayangkan akan sedikitnya jumlah sks untuk mata kuliah seismik di program studi Geofisika Universitas Hasanuddin. Pasalnya, dibandingkan dengan jumlah sks untuk seismik di universitas lainnya. Di Geofisika Unhas sendiri, terhitung hanya terdapat delapan jumlah sks untuk mata kuliah seismik, yaitu dua sks untuk Seismik Refraksi, tiga sks untuk Seismik Reflaksi, dan tiga sks untuk Seismik Interprestasi. Bahkan, mata kuliah Seismik Reflaksi dijadikan sebagai mata kuliah pilihan, alih-alih sebagai mata kuliah yang diwajibkan bagi semua mahasiswa(i) Geofisika Universitas Hasanuddin. Padahal, Seismik Reflaksi merupakan mata kuliah yang fundamental dan harus dikuasai oleh mahasiswa Geofisika. Bapak Sabrianto menutup sambutannya dengan memberikan wejangan kepada partisipan untuk memfokuskan perhatiannya kepada pemateri agar sekiranya kesempatan yang berharga ini tidak lewat begitu saja tanpa diambil manfaatnya.

Bapak Dr. Alpius memulai materinya dengan memberikan pendahuluan tentang teori dasar dari metode seismik, mengingat partisipan yang hadir sebagian masih belum mengambil mata kuliah Seismik, sehingga dimungkinkan mereka tetap dapat mengikuti jalannya seminar dan menangkap materinya dengan baik. Metode seismik sendiri dibagi menjadi tiga tahap, yaitu : akuisisi data seismik, pengolahan data seismik, dan interpretasi. Akuisisi data seismik adalah tahapan survey guna mendapatkan data seismik berkualitas baik di lapangan. Sebagai tahap terdepan dari serangkaian survey seismik, data seismik yang diperoleh dari tahapan ini akan menentukan kualitas hasil tahapan berikutnya. Sehingga, dengan data yang baik akan membawa hasil pengolahan yang baik pula, dan pada akhirnya, dapat dilakukan interpretasi yang akurat, yang menggambarkan kondisi bawah permukaan sebagaimana mestinya.

Untuk memperoleh data berkualitas baik perlu diperhatikan berbagai macam persiapan, penentuan parameter-parameter lapangan yang sesuai. Penentuan parameter lapangan tersebut umumnya tidak sama, sesuai karakteristik dan kondisi daerah lokasi survey. Pada daerah land misalnya, desain parameter lapangan yang dapat dilakukan adalah ortogonal, slanted, bricks, dan zig-zag, bergantung kepada kebutuhan data yang kita inginkan nantinya. Perlunya penentuan parameter ini dimaksudkan untuk menetapkan parameter awal dalam suatu rancangan survey akuisisi data seismik, yang dipilih sedemikian rupa, sehingga dalam pelaksanaannya akan diperoleh informasi target bawah permukaan selengkap mungkin dengan noise serendah mungkin.

Output utama dari perekaman data seismik adalah data seismik raw shot gather dalam format SEG-Y atau SEG-D. Selanjutnya data ini akan diolah pada tahap processing. Pengolahan data seismic bertujuan untuk menghasilkan penampang seismic dengan S/N (Signal to Noise ratio) yang baik tanpa mengubah bentuk kenampakan refleksi, sehingga dapat diinterpretasikan keadaan dan bentuk dari perlapisan di bawah permukaan bumi seperti apa adanya. Dengan demikian mengolah data seismic merupakan pekerjaan untuk meredam noise dan atau memperkuat signal. Artinya semua noise yang mengganggu / menyelubungi informasi sebisa mungkin diredam dan sebaliknya semua informasi refleksi dipertahankan dan bahkan diperkaya (spectrum amplitudonya) dan dikoreksi (spectrum phasenya), sehingga akan diperoleh penampang seismic yang benar.

Terakhir yang kita lakukan adalah menginterpretasi data seismik yang telah diolah. Tujuan dari interpretasi seismik secara umum adalah untuk mentransformasikan profil seismik refleksi stack menjadi suatu struktur kontinu/model geologi secara lateral dari subsurface.

Akhirnya acara ditutup dengan sesi tanya jawab. Kemudian dilanjutkan dengan doa serta pemberian piagam kepada Bapak Dr. Alpius Dwi Guntara atas kesediaanya memenuhi undangan untuk menjadi Guest Lecture di seminar kali ini. Acara ini berakhir tepat pukul 18.00 WITA, lebih satu jam dari estimasi waktu yang diberikan, menjadi tanda besarnya antusiasme mahasiwa(i) Geofisika Unhas untuk terus memperluas pengetahuan mereka tentang seismik secara langsung oleh pakarnya.

Mengutip sedikit kata bijak dalam bahasa Jawa, “Suwalike malah kebak pengarep-arep lan kuwawa nampani apa bae kang gumelar ing salumahe jagad iki.”, yang artinya kita harus menjalani hidup ini dengan penuh harapan dan seolah-olah mampu untuk mendapatakan apa saja yang ada di dunia ini, tentunya dengan disertai rasa mawas diri dan kepasrahan. Sebagai mahasiswa sekaligus generasi muda penerus bangsa, sudah menjadi kewajiban kita untuk terus menuntut ilmu, kendati industri migas saat ini mengalami krisis, tak lantas menjadikan kita bersikap pesimis akan masa depan, jangan memandang dunia kerja bagi geofisikawan hanyalah terbatas pada industri migas saja, masih banyak bidang pekerjaan lainnya yang membutuhkan geofisikawan di tengah maraknya pembangunan infrastruktur saat ini. Akhir kata, jangan pernah lelah untuk menuntut ilmu jika tidak ingin menanggung lelahnya kebodohan. Terus berkarya, dan tetap optimis akan masa depan.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Written by : Muh Resky Ariansyah (H22115511)


On October 29th 2017, SPE Unhas Student Chapter held the another event called “Ambassador Lecture Program (ALP) 2017”. ALP was a series program that we used to held every year. This year on ALP 2017 series, we would held 3 series of ALP. On the 1st ALP 2017 series, our theme was “Development Geologi and Reserves Calculation” with our special speaker Mr. Argo Wuryanto as Development Geologist from Total E&P Indonesia. The total of participants in this event were around 40 participants from any kind of major and all over university in Makassar. The main purpose to held the event is to share more knowledge about development geology and reserves calculation from our speaker to all participants.

The main event started at 10.00 WITA, but our participant started to came to Science Building 2nd Floor at 8.00 WITA. That show how much they wanted to know and how much anthusiasm they had for this event. At the exact 9.45 WITA, the event opened by the MC, Lia Karepesina. Then continued with opening speech from project manager of this event, Muh. Syarwan Hamid and then another speech by Head of Geophysics Department Universitas Hasanuddin, Mr. Dr. Muh. Altin Massinai, MT. Surv. that opened the event officially.


The next session were the lecture as the main session. The lecture been lead by Muhammad Nasri as the moderator and Mr. Argo Wuryanto as the speaker. He taught all participants about his specialty on development geology in common. After all, mostly our participants were from Geophysics 2016 major. In Q&A session, Mr. Argo Wuryanto got several questions and 2 of the questions were from SPE STT Migas Student Chapter. They’ve been watched the whole event via skype.

After moderator closed the main session, the event was taken back by MC and followed by giving “Momento” as a symbolize appreciation to Mr. Argo Wuryanto, this also be the symbolize to closed the session for this 1st ALP Series 2017.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Written by : Muh Resky Ariansyah (H22115511)

On October 7th 2017, exactly 2 weeks after our last event “Guest Lecture”, we held another big event called “Energy For Me”. We invited all the high schooler from all over Makassar to came to IPTEKS Building Hasanuddin University. There were at least 5 schools came on that day, they were SMAN 3 Makassar, SMAN 4 Makassar, SMAN 8 Makassar, SMAN 21 Makassar, and also SMK Telkom Makassar. The total of participants in this event were around 100 high school students. The main purpose to held the event is to make the high school students aware of the energy and oil and gas industry. After all, energy, oil and gas, and another kind of earth subjects weren’t very popular in high school students. So, we hope after they come to attend this event, they become aware about that subjects. Besides the lecturer from Geophysics Program Study and SPE Unhas SC commitee, we also had a special guests from SPE Balikpapan Section that came on that day as a lecturer. Baca Selanjutnya

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail